"dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang yang tuli dan buta"


SIFAT KAUM YANG MENGINDAHKAN FIRMAN ALLAH

Muqatil menerangkan: "maksudnya apabila orang-orang itu diberi peringatan dengan al-Qur-an, mereka tidak menyikapinya sebagai orang yang tuli, atau sebagai orang yang buta. akan tetapi, mereka benar-benar mendengarkan, memperhatikan dan meyakininya."

Ibnu Abbas menafsirkannya: "orang-orang tersebut tidak bersikap seperti orang tuli atau buta, tetapi mereka takut dan khusyu' ( dalam menyimak ayat al-qr'an yang disapaikan kepadanya)."

Al-Kalbi menjelaskan: "Maksudnya, mereka menyikapinya dengan mendengarkan dan memperhatikannya" [tafsir ath-thobari(XI/51)]

Al-Fara berkomentar tentang ayat ini: "Maksudnya, apabila ayat-ayat al-Qur-an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersikap cuek sehingga terkesan tidak mendengarkannya, itulah makna Khuruur.

kesimpulannya berdasarkan semua penafsiran tersebut, maka makna firman Allah Swt tersebut adalah : mereka tidak bersikap TULI dan BUTA terhadap ayat-ayat al-Qur-an yang disampaikan kepada mereka sebagai pemberi peringatan.

Namun az-Zajjaj menjelaskan: "Maksudnya apabila ayat-ayat al-Qur-an itu dibacakan kepada mereka, mereka pun tersungkur, bersujud dan menangis, seraya mendengarkan dan memperhatikannya; sebgaimana yang diperintahkan kepada mereka."

Sedangkan ibnu Qutaibah mengatakan: "Maksudnya, mereka tidak melalaikannya; mereka tidak bersikap seperti orang-orang tuli yang tidak dapat mendengar; atau seperti orang-orang buta yang tidak dapat melihat."

[Review buku Fawa'idul Fawa'id]