PESAN TERSIRAT USTADZ ABDUL SHOMAD KEPADA PRABOWO

Dialog ekslusif antara Bapak PRABOWO SUBIANTO & USTAD ABDUL SHOMAD (UAS) yang dilakukan pada tanggal 11 April 2019

Diawal dialaog pada video yang beredar terlihat bahwasannya Bapak Prabowo meminta pendapat dan berbagai masukkan dari Ust.Abdul Shomad.

Ust.Abdul Shomad menceritakan bahwa dalam ceramahnya di berbagai tempat beliau selalu mendapati para pendukung Prabowo Subianto untuk Presiden berikutnya. Dukungan tersebut nampak pada saat Ust.Abdul Shomad mau memulai ceramahnya dan para jama'ah berseru Ustadz...Ustadz... sambil mengacungkan Ibu jari dan jari Telunjuknya yang menyimbolkan nomor urut Capres 02, ada upaya untuk penetralisiran dari Ust.Abdul Shomad untuk menghindari prasangka-prasangka buruk para netijen terhadap dakwah beliau dengan mengatakan, "Jari kaliankan ada 10 mengapa yang diacungkan hanya 2" namun para jama'ah tetap mengacungkan 2 jarinya tersebut.

Pesan Ust.Abdul Shomad kepada Bapak Prabowo yang pertama beliau menyampaikan agar Prabowo memberikan Amanah/Jabatan kepada orang-orang yang membidangi hal tersebut. dalam dialog tersebut Ust.Abdul Shomad mendasarinya dengan Qur'an surat an-nisaa ayat 58 

beliau menganalogikan Amanah tersebut dengan Pisau, Buah, Bunga serta Pena yang ada pada sebuah keranjang. maka berikanlah Pisau kepada para pemuda karena mereka akan berburu, berikanlah buah-buahan kepada anak-anak agar mereka fresh dan berikanlah bunga kepada para wanita agar bisa mereka berikan kepada suaminya dan berikanlah Pena kepada Ulama agar mereka menulis. Lalu pesan yang kedua ialah agar Prabowo senantiasa Berlaku Adil, karena Pemimpin yang adil merupakan salah satu dari 7 golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di yaumil qiyamah kelak.

dalam dialog tersebut pak Prabowo juga meminta saran terhadap Ust. Abdul Shomad, lalu beliau menasihati pak Prabowo agar senantiasa Sabar, Tabah dan Tawakal terhadap orang-orang yang berusaha menjatuhkan beliau. Ust. Abdul Shomad mengibaratkan " Durian kalau baru putiknya saja orang acuh, tapi kalau sudah menjadi buah yang matang, wanginya bertebaran maka orang-orang akan melemparnya agar jatuh dan monyet akan memanjatnya dan menghabisinya" dan dilanjutkan oleh beliau "Bapak sedang berada dipsoisi durian yang matang tersebut"

nah pesan tersirat yang akan kita soroti adalah pesan Ust. Abdul Shomad yang berikut ini :

1.  Jika suatu saat Prabowo menjadi Presiden agar Prabowo tidak mengundangnya ke Istana
Apa kira-kira maksud dari perkataan Ust.Abdul Shomad tersebut ? 
Setelah saya cermati dan diskusikan dengan kawan-kawan pesan tersirat tersebut adalah "Jika Bapak menjadi presiden jangan Engkau suruh datang Ulama menghadapmu tapi Engkau yang datang Menghadap Ulama, Muliakanlah Ulama.
Al-Imam Abu Bakar Al-Ajurri rahimahullah berkata mengenai kedudukan ulama, “para ulama lebih utama dibanding seluruh orang mukmin dalam setiap waktu dan kesempatan, mereka ditinggikan dengan ilmu dan dihiasi oleh hikmah, melalui mereka diketahuilah halal-haram, haq-batil, dan keburukan dari sesuatu yang bermanfaat dan kebaikan dari sesuatu yang buruk. Keutamaan mereka sangat agung dan kedudukan mereka sangatlah tinggi. Mereka adalah pewaris para Nabi dan penyejuk pandangan para wali Allah. Ikan yang berada di lautan memintakan ampunan untuk mereka, para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan untuk mereka. para ulama memberikan syafaat setelah para Nabi di hari kiamat nanti, majlis mereka memberikan hikmah, orang-orang akan tercegah dari kelalaian dengan perbuatan mereka, mereka adalah seutama-utama hamba dan setinggi-tingginya jihad. Kehidupan mereka adalah ghanimah dan kematian mereka adalah musibah. Mereka memperingatkan orang yang lalai dan mengajari orang yang tidak tahu. Keburukan tidaklah membahayakan mereka dan kejahatan tidaklah membuat mereka takut.”
Sampai pada perkataan beliau, “mereka adalah lentera yang menerangi para hamba, cahaya yang menyinari sebuah negeri, pemimpin umat dan mata air hikmah. Mereka membuat setan marah dengan cara menghidupkan hati-hati para pencari kebenaran dan memadamkan hati-hati para pelaku penyimpangan. Permisalan mereka di dunia sebagaimana bintang-bintang yang ada di langit yang dengannya manusia manusia dibimbing dari gelapnya daratan dan lautan. Maka jika bintang-bintang hilang mereka akan bingung, namun jika kegelapan pergi mereka akan melihat.” Sekian perkataan Syaikh rahimahullah, dan atsar dari salaf yang semakna dengan ini banyak sekali. Sumber : https://muslim.or.id/27281-kedudukan-ulama-di-tengah-umat.html

2. Jangan Bapak Beri Saya Jabatan
makna pesan tersirat yang kedua adalah jangan berikan jabatan kepada para ulama yang hanya akan menjatuhkan kehormatan dan kemulyaannya, karena pada hakikatnya kedudukan mereka lebih mulia di sisi Allah Swt. 
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan mereka:

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (harta). Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak (menguntungkan).” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan sanadnya hasan dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib 1/139)

Peran ulama adalah mendidik umat, membangun karakter manusia yang luhur, dan menjadi perpustakaan yang dapat diambil pengetahuannya dalam menangani suatu problematika di masyarakat.
Imam Al-Ghazali meletakkan posisi para ulama sebagai paling mulia setelah nabi karena peran politik kebangsaan mereka dalam membangun karakter manusia yang luhur. Di mana dengan karakter luhur tersebut akan menjadi insan yang berbudi luhur dan mampu menjadi pemimpin bangsa yang baik.

Dan diakhir dialog Ust. Abdul Shomad memberikan hadiah kepada bapak Prabowo berupa minyak wangi yang menyimbolkan agar pak Prabowo senantiasa menebar keharuman, dan Ust.Abdul Shomad juga memberikan Tasbih kesayangannya kepada pak Prabowo agar beliau selalu mengingat Allah Swt dalam segala hal.

Demikianlah buah pemikiran kami, jika ada hal yang salah mohon dibenarkan di kolom komentar.
Jadikan saja referesni pengetahuanmu jangan dijadikan kebenaran mutlak, silahkan anda renugkan dan cari kebenran yang lebih baik lagi.
Wallahu'alaam. 

-------------------------------------------------------------------------------------
like jika kalian rasa bermanfaat, dan share untuk berbagi pengetahuan
-------------------------------------------------------------------------------------